Sabtu, 29 Desember 2012

Antalogiku di 2012

Seluruh buku antalogiku, hasil karyaku di tahun 2012.
Semoga di tahun-tahun berikutnya aku semakin semangat untuk berkarya.
Semoga hasil karyaku bermanfaat bagi pembacanya. Aku akan berusaha
untuk memberikan yang terbaik. Salam Karya.



Minggu, 23 Desember 2012

Antalogi

Antalogi Ke 5  Surat Kecil Untuk Ibu bersama DK Publishing



















Antalogi ke-6, Semua Bisa jadi Pahlawan bersama GP publishing








Selasa, 18 Desember 2012

Oh....My Dear

Jemari jemari kecilnya menari nari diwajahku,menjelajahi setiap lekuk wajahku, kecupan2 lembutnya mendarat dikening,pipi dan hidungku,tatapan polosnya menggodaku,tangan kecilnya memelukku, direbahkan kepalanya didadaku,suaranya berbisik memanggilku ibu........ Rasa lelah dan penatku setelah kerja seharian hilang mendengar tawanya yg riang dan menatap wajahnya yg tenang duhai buah hatiku sayang.

Laki-Laki Aneh Yang Menyebalkan




Saat aku kelas 2 SLTA, aku pindah sekolah ke SMAN 1 Kota Agung Lampung Selatan. Sebagai anak baru aku harus pandai-pandai beradaptasi dengan teman dan lingkungan baruku.
Teman sebangkuku bernama Yuli dia sedang naksir anak kelas 2 Bahasa. Dia bilang anaknya tampan dan cool. Dan dia berjanji kepadaku jika anaknya lewat depan kelas kami dia akan memberitahuku.
Betul saja begitu si anak lewat depan kelas kami dia langsung memberitahuku, kebetulan anak itu lewat bersama temannya. Memang betul apa yang dia bilang kalau anak Bahasa yang dia incar itu memang tampan. Sedangkan teman yang berjalan besamanya  wajahnya sangat bertolak belakang. Maka teman kami yang bernama Yati bilang. “Kenapa kamu gak naksir temannya saja Yul.” Seketika Yuli marah-marah, melihat sikapnya seperti itu tawa kami pun meledak. Hal itu membuat kedua orang yang sedang kami bicarakan menoleh ke arah kami. Itu membuat kami berhenti tertawa. Tapi tidak bisa menyembunyikan senyum kami.
Kejadian itu seketika dapat kami lupakan, karena kami rasa itu hanya candaan semata, jadi tidak penting untuk diingat.
Hingga saat malam Minggu tiba. Aku yang sedang asyik tidur-tiduran di kamar sambil membaca novel. Tiba-tiba ibu memanggiku dan bilang kalau ada temanku yang datang. Aku sempat heran, “teman? Siapa temanku datang dimalam Minggu begini? Aku belum mempunyai banyak teman karena baru satu minggu sekolah.” Celotehku dalam hati.
“Bu, yang datang laki-laki atau perempuan?” tanyaku.
“Laki-laki, dua orang tuh sudah nunggu di depan.”
“Hah ... laki-laki? Siapa?” karena penasaran aku langsung bergegas ke teras depan.
Saat aku melihatnya, aku merasa bingung. “Siapa yah laki-laki ini? Sepertinya aku pernah melihatnya? Tapi dimana?” pertanyaan-pertanyaan itu berkecambuk dalam hatiku.
“Maaf Mas, Mas ini siapa yah?” tanyaku pada kedua laki-laki yang kini sudah duduk di depanku.
“Akukan teman satu sekolah kamu, masa kamu gak inget sih?” jawab laki-laki yang terlihat sangat cupu. Dengan baju kemeja yang dikancing sampai leher, rambut dibelah tengah dan terlihat sangat kelimis. Berkulit hitam dan memakai minyak wangi yang baunya sangat menyengat hidung, membuat perutku menjadi mual.
“Maaf ya Mas, aku anak baru dan baru seminggu masuk sekolah. Jadi aku belum kenal semua, jangankan yang beda kelas, yang satu kelas pun aku belum kenal semuanya.” Kataku sambil terus memperhatikan dandanan cowok itu yang terasa sangat aneh. “Di jaman sekarang ini, kok masih ada ya orang yang seperti ini,” pikirku dalam hati.
“Ah ... Mbak ini lupa, apa pura-pura lupa?” katanya sambil tersenyum genit kepadaku. Tingkahnya itu membuat bulu kudukku jadi merinding. Dan berkali-kali aku mengucapkan “amit-amit” dalam hati.
“Maaf Mas, apa yah maksudnya? Aku beneran gak kenal sama Mas dan aku gak ngerti apa maksud ucapan Mas tadi?” kali ini nadaku agak meninggi karena agak  jengkel.
“Mbak ... akukan sering lewat depan kelas Mbak, dan setiap aku lewat. Kulihat mbak selalu memperhatikanku sambil senyam-senyum. Itu berarti Mbak diam-diam naksir aku. Jadi aku datang ke rumah Mbak maksudnya mau bilang. Kalau Mbak naksir sama aku bilang aja, gak usah malu-malu.” Kata cowok itu sambil terus bertingkah genit.
“Gubrak.” Aku langsung tidak bisa berkata-kata. Aku hanya bisa berulang-ulang mengucapkan Istighfar dalam hati. “ Ya ... Allah, mimpi apa aku yah? Kok tiba-tiba aku mengalami hal yang seperti ini, jangankan mau naksir cowok ini. Ngeliatnya aja “enggak banget deh.” Celotehku dalam hati. Tapi aku langsung ingat kejadian waktu Yuli memberitahuku laki-laki yang menjadi incarannya. Berarti laki-laki yang di depanku ini temannya.
“Maaf ... Mas, Mas salah pengertian. Teman aku naksir temannya Mas, bukan aku naksir Mas.”
“Ah ... Mbak ini suka malu-malu. Sekarangkan gak ada teman Mbak, jadi terus terang saja kalau Mbak suka sama saya.”
“Terserah mas deh, mau percaya apa Gak. Yang jelas aku gak suka sama Mas, titik.” Kataku dengan nada tinggi karena sudah tidak bisa menahan emosiku lagi. Dan aku segera pergi meninggalkan laki-laki itu dengan perasaan jengkel yang luar biasa.
Keesokan harinya kedatangan laki-laki aneh yang menyebalkan itu, kuceritakan pada Yuli dan Yati. Untuk kali ini akulah yang menjadi bahan tertawaan mereka. “Huh ... aku jadi sebel, sudah jatuh tertimpah tangga pula.” Gerutuku.

Pengobatan Kelenjar Teroid Dengan Habatusauda



Setelah melahirkan anak kedua , tiba-tiba tumbuh  dua benjolan sebesar baso di leherku. Aku periksa ke dokter umum langgananku,  benjolan itu dipegang oleh dokter, lalu aku disuruh menelan ludah dan benjolan itu ikut bergerak. Dia langsung bilang kepadaku kelenjar teroidku membengkak.
Dokter memberiku obat dan antibiotik, dia bilang kalau dengan minum obat tersebut kelenjarku menghilang atau mengecil, dia menyuruhku untuk kembali berobat padanya jika obatnya sudah habis. Tapi kalau tidak ada perubahan aku dianjurkan untuk konsultasi dan berobat ke dokter ahli bedah dalam, dan dia pun memberikan surat rujukannya.
Setelah satu Minggu obat dari dokter pun habis, tapi ternyata tidak terjadi perubahan apa-apa pada benjolanku. Aku pun mulai resah, berarti aku harus berhubungan dengan dokter ahli bedah dalam. Langsung  terbayang  kemungkinan terburuk yang akan kualami, operasi. Hal itu yang paling kutakutkan.
Suamiku terus mendesakku agar segera periksa ke dokter ahli bedah dalam, sementara aku sibuk memutar otak, mencari cara agar tidak berhubugan dengan dokter tersebut. Tiba-tiba terlintas dalam benakku untuk mencoba obat-obatan herbal. Aku memeinta tolong suamiku untuk mencarikan di internet obat herbal yang bisa menyembuhkan kelenjar teroid. Suamiku bilang yang gampang didapat adalah Habatusauda dan Mahkota Dewa.
Sebetulnya suamiku ragu akan keputusanku  mengunakan obat herbal untuk penyembuhan ini, dia khawatir cara ini tidak berhasil, sementara kelenjar teroidku semakin hari akan semakin membesar. Tapi aku berusaha untuk meyakinkannya. Dengan berusaha dan berdoa Insya Allah semuanya akan bisa kita atasi, dengan ijinNya aku pasti bisa.
Aku memilih Habatusauda karena  lebih mudah didapat  dan mudah diminum karena berbentuk kapsul. Saat suamiku membelinya, si penjual menyarankan kalau untuk pengobatan,  minum minimal lima kapsul, sehari 3 kali.
Aku mulai mengkonsumsi Habtusauda sesuai anjuran si penjual. Dua minggu berlalu, belum ada perubahan apa pun pada benjolanku, tapi aku merasa ukurannya masih tetap, tidak semakin membesar. Sebulan sudah kini aku mengkonsumsi Habatusauda, walau pun ukurannya masih tetap sama tapi aku merasa benjolanku jadi agak lembek.
Setelah satu bulan setengah berlalu, aku merasakan sakit disekitar telinga dan rahang . Saat kukatakan hal itu kepada suamiku, dia semakin cemas. Dia menganjurkanku untuk segera konsultasi ke dokter ahli bedah dalam. Tapi aku tetap pada pendirianku. Aku percaya aku pasti bisa melalui semuanya tanpa harus ke dokter bedah dalam apalagi sampai operasi.
Dua bulan kurang satu minggu aku mengkonsumsi  Habatusauda, berbotol-botol  sudah kuhabiskan. Sore itu aku sedang ngobrol  dengan suamiku, tak sengaja tanganku meraba benjolan di leherku, aku merasa dia sudah mengecil dan saat dipegang lembek, tapi aku semakin merasakan sakit di telingaku.
Aku bilang pada suamiku tentang hal itu, dia tetap menyarankanku untuk ke dokter. Malamnya karena merasakan sakit di telinga dan rahang atasku setelah minum Habatusauda aku tidur.
Keesokan harinya aku sudah tidak merasakan sakit lagi. Saat kupegang leherku ternyata benjolan itu sudah tidak ada. Alhamdulillah akhirnya benjolan itu hilang juga. Aku bersyukur karena aku bisa melewati semuanya. Saat ini untuk pencegahan aku masih tetap meminumnya hanya 3 butir sebelum tidur.

Selasa, 18 September 2012

Hati Yang Terluka



Cinta yang telah terjalin selama 2 tahun begitu indah dan meninggalkan kenangan yang sangat manis, sebelum akhirnya semua menghancurkan dan meluluh lantahkan hatiku

Aku seorang mahasiwa disalah satu universitas negeri di jakarta, selain kuliah aku juga kursus bahasa Inggris dan Mandarin. Dityempat kursus bahasa Inggis aku bertemu seorang wanita cantik,  kami pun berkenalan dan dalam waktu kurang dari satu bulan kami pun resmi pacaran.

Hari - hari yang kami lalui begiru indah, Sinta adalah seorang wanita yang sangat dewasa dan mandiri, dia selalu memberiku suport untuk maju, selain itu dia pun seorang wanita yang penuh perhatian, aku merasa sangat beruntung bisa mendapatkan sosok seorang wanita yang sempurna seperti dia.

Aku sudah mengenal seluruh keluarganya, mereka semua begitu baik kepadaku , rasanya diriku sudah sangat mantap dan tak ingin menggantikan posisi Sinta dengan wanita mana pun, ingin rasanya aku segera menyelesaikan kuliahku, mendapat pekerjaan dan segera meminang pujaan hatiku.

Sinta selalu ingat akan momen - momen penting tak jarang dia memberiku kejutan dan hadiah,  sebuah jam tangan yang sangat indah itu adalah hadiah yang paling aku suka darinya karena dibalik jam itu terukir namaku dan namanya.

Tak terasa hubungan kami berjalan hampir dua tahun, selama itu tak pernah ada pertengkaran atau apa pun yang mengarah keretaknya hubungan kami.

Dua bulan lagi adalah ulang tahun  Sinta dan saat itu juga tepat 2 tahun hubungan kami, aku telah menyiapkan sebuah kejutan yang sangat indah, aku sudah tak sabar rasanya menanti saat itu.

Satu bulan sebelum hari ulang tahunnya Sinta berpamitan kepadaku dia akan pergi ke Jepara untuk beberapa Minggu, dia bilang kakeknya sedang sakit dan sebagai cucu paling tua dan paling disayang dia merasa bertanggung jawab untuk mengurus kakeknya, awalnya aku merasa  kecewa, tapi kupikir tak apalah, malah aku lebih bisa konsentrasi mempersiapkan surprice untuknya.

Sepasang cincin tunangan yang sangat indah telah kusiapkan, tempat yang sangat romantis pun telah kusiapkan, malam itu akan menjadi malam yang sangat bersejarah dalam hidupku, karena pada malam itu akan kupinang dia dan kusematkan sebuah cicin indah dijari manisnya.

Hari yang kutunggupun tiba, aku mencoba menelpon Sinta, apakah dia sudah pulang dari Jepara atau belum? dia bilang padaku, baru tadi pagi dia sampai Jakarta, aku bilang padanya kalau nanti malam aku akan menjemputnya untuk mengajaknya makan malam,  dia mempesilahkan aku untuk datang ke rumahnya.

Dengan perasaan rindu yang menggebu tak sabar rasanya aku ingin segera sampai ke rumah Sinta, sesampainya disana seperti biasa keluarganya menyambut kedatanganku dengan hangat.

"Sinta sedang mandi, tunggu aja di ruang tamu Dre," kata mamanya sambil tersenyum.
"Makasih tante." kataku sambil duduk.

Seorang laki - laki tampan yang baru pertama kali kulihat menghampiriku dan mengajakku berkenalan.
" Hallo, temannya Sinta? kenalkan aku Hendri." katanya seraya tersenyum sambil menjabat tanganku, belum sempat aku bicara, tiba - tiba Sinta muncul dihadapan kami, dia duduk disebelah Hendri, pemandangan itu sedikit janggal bagiku, tiba - tiba hatiku bertanya - tanya "siapa Hendri sebenarnya???" tanyaku dalam hati.

"Mas teman kuliahnya shinta?" tiba - tiba pertanyaan laki - laki itu membuyarkan lamunanku.
"Bukan, teman kursur?" kataku sambil sesekali memandang ke arah sinta yang sedari tadi hanya diam, tiba - tiba lelaki itu menggengam tangan Sinta dan menciumnya mesra, bumi tempatku berpijak ini seolah akan runtuh, dadaku bergemuruh hebat entah perasaan apa yang kurasakan saat itu.

"Oh...iya saya lupa, kenalkan mas saya suaminya Sinta, kami baru 2 minggu menikah,kami berpacaran sejak masih SLTA, sebelum aku melanjutkan kuliah di luar negeri kami bertunangan, dan setelah kuselesaikan semuanya kami tak ingin membuang waktu, kami pun langsung menikah, kata laki - laki itu serasa merangkul dan mencium mesra kening Sinta, seakan disambar petir disiang bolong rasanya, aku tak mampuh berkata apa - apa, kalau tidak mengingat diriku adalah seorang laki - laki ingin rasanya aku menangis sejadi - jadinya, ingin rasanya kumaki Sinta yang telah membohongiku selama ini, apa salahku padanya?? kenapa dia setega ini padaku?? kenapa dia hancurkan hati, perasaan dan kepercayaanku kepadanya??? kenapa tidak dia bunuh saja aku sekalian??? agar dia benar - benar puas, tapi aku berusaha menguasai diri dan emosiku, aku mencoba tersenyum, aku sendiri tidak tahu senyuman seperti apa yang tersungging dari bibirku, senyuman yang terpapar dari sebuah hati yang tengah remuk redam.

"Selamat ya untuk kalian berdua, sekalian aku mau pamit," kataku seraya berdiri dan berlalu dari ruangan itu tanpa menoleh lagi.
"Andre..tunggu, aku ingin menjelaskan semuanya," tiba - tiba terdengar suara Sinta menghentikan langkahku.

"Semuanya sudah jelas, apalagi yang mau dijelaskan? lupakan semua yang sudah berlalu, semoga kamu berbahagia."kataku sambil terus berjalan, ingin rasanya aku menangis, menangisi kebodohan diriku  yang terlalu percaya dan terlalu yakin akan cintanya Sinta, selama ini aku tak menyadari kalau Sinta tak ubahnya bagaikan mawar berduri, begitu cantik dan indah untuk dipandang tapi akan menusuk dan melukai saat kita genggam, ditengah perjalanan aku teringat akan jam tangan yang diberikan Sinta untukku, dengan penuh emosi kucampakan jam itu sama seperti Sinta yang tanpa perasaan mempermainkan dan mencampakanku begitu saja.

Sejak saat itu aku mencoba untuk mawas diri, mungkin selama ini aku terlalu mencintai Sinta sehingga Allah menegurku, karena tak seharusnya aku mencintai sesama melebihi cintaku pada Sang Kholik.


Sabtu, 01 September 2012

Kenangan di Sebuah Gubuk


Kehidupan ini seperti roda yang selalu berputar, terkadang kita berada di atas dan suatu saat nanti mungkin akan berada dibawah. Allah selalu menguji kita dimanapun posisi kita berada, saat kita berada diatas dengan gelimangan harta, maka kita akan diuji dengan  kekayaan yang kita miliki, apakah kita akan tetap beriman kepada – Nya ataukah akan mengingkari semua nikmat yang Dia berikan?, disaat posisi kita dibawah dalam keadaan susah dan serba kekurangan, apakah kitapun masih tetap memegang teguh iman kita?.

Seperti itulah kehidupan yang dialami oleh keluargaku, ayahku yang dulu adalah petani yang sangat sukses dengan perkebunan cengkeh dan kopinya, tiba – tiba harus kehilangan semuanya, saat pemerintah menetapkan hutan diseberang perkebunan kami sebagai hutan lindung, sejak saat itu banyak binatang – binatang buas berkeliaran di perkebunan bahkan sampai perkampungan membuat penduduk ketakutan dan hidup kamipun seakan tidak tenang, perkebunan kami dirusak oleh kawanan Gajah, semuanya luluh lantah tak bersisa, banyak petani yang pindah dan meninggalkan kebun dan rumah mereka begitu saja, karena mereka pikir sudah tidak ada lagi yang bisa dipertahankan dan sudah tidak ada lagi harapan untuk bertahan hidup di perkebunan itu.

Ayah menganjak kami untuk tinggal di kota, ayah mencoba mengadu nasib dengan berjualan, ayah mengontrak sebuah rumah, tapi kalau aku bilang tepatnya dibilang sebuah gubuk, yang terbuat dari papan dan bawahnya diplester semen, kira – kira berukuran 3x4 meter, yang disekat oleh ayah menjadi 2 bagian, bagian depan untuk warung dan bagian belakang untuk dapur,  untuk tidur ayah memasang papan diatas jadi dibuat seperti loteng didalam kebetulan bangunannya tinggi, sedangkan untuk MCK kami numpang sama yang punya kontrakan, kebetulan mereka mempunyai pasilitas MCK diluar rumah, kami terpaksa harus berjualan an tinggal disitu  untuk menghemat biaya.

Sesunguhnya hatiku sangat sedih melihat kehidupan keluargaku menjadi seperti ini, ingin rasanya aku menangis dan berteriak sekencang – kencangnya melihat kehidupan keluargaku yang berubah 360 derajat, tapi tidak ada keluhan yang terdengar baik dari diriku maupun dari kedua orang tuaku dan adik – adikku, tidak juga kulihat ada air mata yang menetes karena kemiskinan ini, sebenarnya aku tahu diantara kami semua saling menahan diri dan saling menjaga agar jangan sampai terlihat lemah, karena kalau diantara kami ada yang terlihat lemah kemungkinan kami akan hancur. Untuk mengantipasi itu  maka keluhan, jeritan , tangisan dan tetesan air mata semua kucurahkan hanya disepertiga malam, dalam sujud dan dzikirku saat aku mengadukan semuanya, tentang rasa sakit dan penderitaan keluargaku kepada Sang Kholik.

Terkadang perasaan minder atau malu terhadap teman – teman sekolahku karena aku tinggal disebuah gubuk pasti ada, tapi ayah yang seakan mengerti perasaanku selalu mengingatkan, “bahwa Allah tidak pernah membedakan manusia karena kaya atau miskinnya, tetapi yang membedakan kita dihadapan Allah adalah keimanan dan ketaqwaan kita kepada – Nya, jadi kita tidak punya alasan  untuk malu karena kita hidup miskin, selama kita masih memegang teguh iman kita” itu yang selalu dicamkan oleh ayah kepada kami anak – anaknya.

Memang betul kata ayah, aku tidak boleh malu ataupun minder karena Allah telah memberiku banyak  kelebihan, disekolah aku adalah seorang murid yang sangat cerdas sehingga disayang oleh guru dan disukai oleh teman –temanku, jadi kurasa tak perlu lagi  merasa malu karena kondisi keluargaku yang yang hidup serba kekurangan .

Penghasilan ayah dari membuka warung sangatlah minim, untuk makan saja masih kurang sehingga kami harus lebih berhemat, untung saja bapak pemilik kontrakan sangat baik hati, beliau tidak mau  menerima uang sewa , beliau bilang daripada kosong lebih baik ditempati oleh keluargaku, dan dia menganggap keluargaku seperti keluarganya sendiri, alhamdulillah berkurang satu lagi beban orang tuaku.

Sejak kondisi  yang serba kekurangan yang menimpa keluarga kami,  semakin mendekatkan diri kami kepada Allah, sholat malamku tidak pernah absen karena disitulah tempatku mencurahkan seluruh keluh kesahku dan menumpahkan seluruh air mataku, biarlah penderitaanku ini hanya Allah yang tahu, dan akupun tak pernah absen puasa Senin Kamis, selain menjalankan sunah juga agar biaya pengeluaran untuk makan juga lebih hemat, yang penting adik – adikku tidak pernah kekurangan makan.

Allah mendengarkan doa – doa kami, semakin hari kehidupan keluargaku semakin membaik, kini ayahku diberi kepercayaan oleh bapak pemilik rumah untuk mengolah perkebunan coklatnya, selain mendapat gaji ayahpun bisa menanam sayuran, singkong dan pisang, memanfaatkan tanah kosong dipinggir perkebunan, alhasil kembali beban biaya hidup kami berkurang lagi. Aku harus merelakan cita – citaku untuk kuliah walaupun keinginan itu sangat besar sekali dan akupun  mendapat nem tertinggi, tapi aku lebih memilih untuk bekerja agar bisa membantu membiayai sekolah adik – adikku, dan agar keluargaku tidak kekurangan sandang pangan lagi.

Setelah lulus sekolah aku mencoba mencari pekerjaan di Jakarta, aku diterima sebagai admin di sebuah perusahaan swasta, dengan uang gajiku selain bisa membiayai kebutuhanku sehari – hari akupun bisa membantu orang tuaku, alhamdulillah beban orang tuaku semakin ringan.

Karena prestasi kerja ayahku dinilai sangat bagus oleh pemilik kebun, akhirnya ayahku dipercaya untuk membuat perkebunan baru di Bengkulu, ayahku diberi modal yang nantinya hasil kebun akan dibagi 2, keluargakupun pindah ke Bengkulu dan meninggalkan berjuta kenangan  di sebuah gubuk ditengah  kota.

Perekonomian keluargaku kini sudah kembali bangkit , 4 orang adikku sudah bekerja dan ada juga yang sudah berumah tangga, dan si bungsu sekarang masih kuliah, aku sendiri dari lulus sekolah sampai sekarang berkeluarga menetap di Jakarta, sedangkan keluargaku pindah dari Bengkulu ke Riau, ayahku sekarang bertani kelapa sawit dan kelapa hibrida.

Perjalanan hidup yang telah kami lalui seakan sebuah mimpi buruk yang harus kami jalani dengan hati yang tabah dan ikhlas, karena semua itu adalah ujian dari Allah dan alhamdulillah kami sekeluarga kuat menjalaninya dan saat kami terjaga dari mimpi, semuanya telah kembali menjadi indah.

Dulu aku sempat malu dan minder karena tinggal di gubuk kecil yang tidak ada ruang tamu, tidak ada ruang keluarga, tidak ada ruang belajar, kamar mandi juga tidak ada , bahkan kamar tidurkupun letaknya di atas dapur, dan atasnya seng, jadi kalau ibuku sedang masak suasa kamarku disiang hari sangat panas, dan dimalam hari suasana kamarku sangat dingin karena atasnya seng dan papannya banyak yang bolong hingga banyak nyamuk. 

Tapi kini aku sangat merindukan gubuk itu, gubuk yang memberikan banyak pelajaran tentang hidup, gubuk yang semakin mendekatkan diriku dan keluargaku kepada sang Sang Kholik. Kudengar kabar kalau sekarang bapak pemilik kontrakan sudah pindah ke Palembang dan rumahnya sudah dijual, bagaimana dengan nasib gubukku? Ternyata istanaku itupun telah dibongkar, dan Gubuk kecil ditengah kota itu kini hanya tinggal cerita dan kenangan semata.

Siraman Rohani

Iblis Terpaksa Bertamu Kepada Rasulullah  SAW(dari Muadz bin Jabal dari Ibn  Abbas)

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman  seorang sahabat Anshar, tiba - tiba terdengar panggilan seseorang dari  luar rumah:

"Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk..? Sebab kalian akan  membutuhkanku.

 "Rasulullah bersabda:"Tahukah kalian siapa yang  memanggil?"
Kami menjawab: "Allah dan rasulNya yang lebih  tahu."Beliau
melanjutkan,

 "Itu Iblis, laknat Allah  bersamanya.

"Umar bin Khattab berkata: "izinkan aku membunuhnya wahai  Rasulullah"

Nabi menahannya: "Sabar wahai Umar, bukankah  kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih  baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah  untuk ini,  pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan  baik."Ibnu Abbas RA berkata:

 pintu lalu dibuka,  ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. di janggutnya terdapat 7 helai rambut  seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya  seperti bibir sapi.

Iblis berkata:

"Salam untukmu Muhammad,... . salam untukmu  para hadirin..."

Rasulullah SAW lalu menjawab:  Salam hanya  milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa  keperluanmu?"

Iblis menjawab: "Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas  kemauanku, namun karena terpaksa."

"" Siapa yang  memaksamu?"

"Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku  dan berkata:
"Allah  SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan  diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah  dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau  berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup  angin."oleh  karena itu aku sekarang mendatangimu.
Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku  berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku  daripada cacian musuh."

*Orang  Yang Dibenci Iblis Rasulullah  SAW lalu bertanya kepada Iblis:

"Kalau kau benar jujur,  siapakah manusia yang paling kau benci?"

Iblis segera menjawab:

"Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk  Allah yangpaling aku  benci."

"Siapa  selanjutnya?"

"Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi  kepada Allah SWT."

 "lalu siapa  lagi?"

"Orang Aliim dan wara'  (Loyal)"

"Lalu siapa  lagi?"

"Orang  yang selalu  bersuci."

"Siapa  lagi?"

"Seorang fakir yang sabar dan tak pernah  mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain."

"Apa tanda  kesabarannya?"

"Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya  kepada orang lain selama 3  hari, Allah akan memberi pahala orang -orang  yang sabar."

" Selanjutnya  apa?"

"Orang kaya yang bersyukur."

"Apa tanda  kesyukurannya?"

"Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan  mengeluarkannya juga dari tempatnya."

"Orang seperti apa Abu  Bakar menurutmu?"

"Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam  Islam."

"Umar bin  Khattaab?"

"Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku  pasti kabur."

"Usman bin  Affan?""Aku  malu kepada orang yang  malaikat pun malu kepadanya."

"Ali bin Abi  Thalib?"

"Aku  berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan  aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu."
  (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Amalan Yang  Dapat Menyakiti Iblis

"Apa yang kau rasakan  jika melihat seseorang dari umatku yang hendak  shalat?"

 "aku  merasa panas dingin dan gemetar."

"Kenapa?"

 "Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x  kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat."

 "Jika seorang umatku  berpuasa?"

"Tubuhku terasa terikat hingga ia  berbuka."

"Jika ia  berhaji?""Aku  seperti orang  gila."

"Jika ia membaca  al-Quran?"

"Aku merasa meleleh laksana timah diatas  api."

"Jika ia  bersedekah?"

"Itu sama saja  orang tersebut membelah tubuhku  dengan gergaji."

"Mengapa bisa  begitu?"

"Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya.  yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak  akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam  musibah akan terhalau dari dirinya."

"Apa yang dapat mematahkan  pinggangmu?"

"Suara kuda perang di jalan  Allah."

"Apa yang dapat melelehkan  tubuhmu?"

"Taubat orang yang bertaubat."

"Apa yang dapat membakar  hatimu?"

"Istighfar di waktu siang dan  malam."

"Apa yang dapat mencoreng  wajahmu?"

"Sedekah yang diam - diam."

"Apa yang dapat menusuk  matamu?"

"Shalat fajar."

"Apa yang dapat memukul  kepalamu?"

"Shalat  berjamaah."

"Apa yang paling  mengganggumu?"

"Majelis para  ulama."

 "Bagaimana cara  makanmu?"

"Dengan tangan kiri dan  jariku."

"Dimanakah kau menaungi  anak - anakmu di musim panas?"

"Di bawah kuku  manusia."

Manusia Yang Menjadi  Teman IblisNabi  lalu bertanya :

"Siapa temanmu wahai  Iblis?"
"Pemakan riba."

"Siapa  sahabatmu?"
"Pezina."

 "Siapa teman  tidurmu?"
"Pemabuk."

"Siapa  tamumu?"
"Pencuri."

"Siapa  utusanmu?"
"Tukang sihir."

"Apa yang membuatmu  gembira?"
"Bersumpah dengan  cerai."

"Siapa  kekasihmu?"
"Orang  yang meninggalkan  shalat jumaat"

"Siapa manusia yang paling  membahagiakanmu?"
"Orang  yang meninggalkan shalatnya dengan  sengaja."

Iblis Tidak Berdaya Di  hadapan Orang Yang Ikhlas Rasulullah SAW lalu  bersabda :
"Segala puji bagi Allah  yang telah membahagiakan umatku dan  menyengsarakanmu."

Iblis segera menimpali:
"Tidak,tidak... tak akan ada kebahagiaan  selama aku hidup hingga hari akhir.Bagaimana kau bisa berbahagia  dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan  mereka tak bisa melihatku.  Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga  hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba  Allah yang  ikhlas."

"Siapa orang yang ikhlas  menurutmu ?"
"Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa  barang siapa yang menyukai  emas dan perak, ia bukan orang yang  ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan  dirham, tidak suka pujian  dan sanjungang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku  meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan  dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh  padaku."

Iblis Dibantu oleh 70.000 anak -  anaknyaTahukah kamu  Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki  70.000 syaithan.

Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama.

Sebagian untuk  menggangu anak - anak muda,

sebagian untuk menganggu orang -orang tua,

sebagian untuk  menggangu wanta - wanita tua,

sebagian anak -anakku juga aku tugaskan  kepada para Zahid.

Aku punya anak yang suka mengencingi telinga  manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya,  manusia tidak akan  mengantuk pada waktu shalat berjamaah.

 aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di  mata orang yang sedang  mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya  terhapus.

Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan  kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan  terhapus.

Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan  duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang  memandanginya.

Syaithan juga berkata,"keluarkan tanganmu", lalu  ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi  kukunya.mereka, anak - anakku selalu meyusup dan berubah dari satu  kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda  manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka. Akhirnya  mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada  rahib yang telah beribadat  kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika.
Aku terus menggodanya  hingga ia berzina, membunuh dan kufur.

Cara Iblis Menggoda Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari  diriku?Akulah mahluk pertama yang berdusta.
 Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa  bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau  Muhammad?Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah  bahwa aku benar - benar menasihatinya.

Sumpah dusta adalah  kegemaranku.Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba)  kesenanganku.

Kesaksian palsu kegembiraanku.

Orang yang bersumpah untuk  menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan  walaupun ia benar.
Sebab barang siapa membiasakan dengan kata - kata  cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu  hingga hari kiamat. jadi semua anak - anak zina dan ia masuk neraka  hanya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu  ada yang suka mengulur  ulur shalat.
Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya  waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia  melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya  kemukanya.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat.
 Namun aku bisikkan ke telinganya 'lihat kiri dan kananmu', iapun  menoleh.
pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya  serta aku katakan 'shalatmu tidak sah

'Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam  shalatnya akan dipukul.
Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia  untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.

jika ia  berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan  tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya  sebelum imam.
 Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan  wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.

Jika ia berhasil  mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat.

Jika  ia tidak menutup mulutnya  ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya  menjadi bertambah serakah dan gila dunia.
Dan iapun semakin taat  padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku  memerintahkan orang miskin  agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, 'kamu tidak wajib shalat, shalat hanya  wajib untuk orang yang  berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau  shalat.'Ia pun mati dalam kekafiran.

Jika ia mati sambil  meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.
Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan  menjadikanku debu

.Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira  dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari  islam?"

10 Hal  Permintaan Iblis kepada Allah SWT
"Berapa hal  yang kau pinta dari  Tuhanmu?"
"10  macam"
"apa  saja?"

"Aku  minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia,  Allah mengizinkan. Allah berfirman, "berbagilah dengan manusia dalam  harta dan anak.
 dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali  tipuan." (QS Al-Isra :64)
Harta yang  tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari  makanan haram dan yang  bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama  Allah.

 Aku minta  agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan  istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan  anak yang dilahirkan akan  sangat patuh kepada syaithan.

Aku minta agar bisa ikut bersama  dengan orang yang menaiki  kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.

Aku minta agar Allah menjadikan kamar  mandi sebagai rumahku.

Aku minta agar Allah menjadikan pasar  sebagai masjidku

.Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai  Quranku.

Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman  tidurku.

Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia  jadikan orang yang  membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.Allah  berfirman, "Orang  -orang boros adalah  saudara - saudara syaithan. " (QS Al-Isra : 27).

Wahai Muhammad,  aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara  mereka tidak bisa  melihatku.

Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk  mengalir dalam aliran darah manusia.Allah menjawab, "silahkan",  dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.

Sebagian besar manusia  bersamaku di hari kiamat.Iblis berkata : "wahai muhammad,  aku tak bisa menyesatkan  orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan  menggoda."jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!!!Sebagaimana  dirimu, kamu tidak bisa  memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan  amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir  pun di muka bumi ini.Kau hanya bisa menjadi penyebab  untuk orang yang telah  ditentukan sengsara.

Orang  yang bahagia adalah orang  yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.Rasulullah SAW lalu  membaca ayat : "Mereka akan terus  berselisih kecuali orang  yang dirahmati oleh Allah SWT" (QS Hud :118 -  119)  juga membaca,"Sesungguhnya  ketentuan Allah pasti berlaku" (QS Al-Ahzab :  38)Iblis lalu  berkata: "Wahai Muhammad Rasulullah, takdir  telah ditentukan dan pena takdir telah kering.

 Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para  nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga,

dan yang telah menjadikan aku pemimpin  mahluk  mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si  celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku  sampaikan kepadamu. dan aku tak  berbohong."

HASIL COPAS  SEMOGA BERMANFAAT