Sabtu, 28 Juli 2012

Surga Dibawah Telapak Kaki Ibu

Arman adalah anak yang pandai dan berprestasi, dari mulai SLTP sampai Kuliah dia mendapat bea siswa, seharusnya dia sekarang sudah mendapat pekerjaan yang enak. Tapi sayang prestasinya yang dia capai membuat dia menjadi durhaka kepada ibunya, dia merasa pintar sedangkan ibunya orang bodoh karena ibunya hanyalah pedagang sayuran keliling.


 Nasehat ibunya tidak pernah dia dengarkan, bahkan tak jarang bila dinasehati malah marah - marah dan membentak - bentak ibunya, si ibu hanya bisa mengelus dada dan kadang dia sampai menangis.


Arman dengan berbekalkan gelar Insinyur mencari pekerjaan kesana sini, dari melamar kerjaan lewat internet sampai melamar langsung ke perusahaan - perusahaan besar sampai perusahan kecil tapi hasilnya tetap nihil, semua berujung dengan penolakan.


 Setahun...dua tahun...tiga tahunpun sudah berlalu, Arman tidak juga mendapatkan pekerjaan, gelar Insinyur yang dia sandang seolah tidak ada artinya apa - apa, kepintaran yang selama ini dia banggakan juga tidak bisa menolongnya, dia menjadi seorang pengangguran.


 Si Ibu merasa prihatin melihat keadaan anaknya seperti itu, tapi sayangnya kesombongan Arman tidak juga hilang dengan keadaanya seperti sekarang ini dia tetap saja tidak menyadari kekeliruannya, dia malah menyalahkan ibunya yang membawa sial sehingga dia tidak kunjung juga mendapatkan pekerjaan.


Hati seorang ibu walaupun sering disakit oleh anaknya tetap saja selalu memaafkan tanpa harus dipinta, kasih sayang ibu tidak akan pudar sepanjang masa, si Ibu selalu mendoakan Arman dalam hatinya  tetapi tetap saja Arman belum juga mendapat pekerjaan.  Hati si ibu menjadi sangat sedih melihat anak tercintanya menjadi pengangguran, setiap hari sholat Dhuha dan meminta kepada Allah agar dibukakan pintu rezeki bagi anaknya, setiap malampun dia bangun melaksanakan sholat Tahajud dan memohonkan ampun bagi segala kesalahan - kesalahan anaknya. Tapi rupanya Allah belum membukakan juga pintu rezeki  bagi Arman, tetapi si ibu tidak pernah putus asa untuk selalu berdoa.


Suatu hari Arman bilang kepada ibunya minta uang dengan jumlah yang cukup besar kepada ibu untuk keperluan melamar pekerjaan, dia baca di koran ada sebuah perusahaan asing yang menerima lowongan pekerjaan.


Menadengar jumlah uang yang disebutkan Arman si ibu sangat kaget, hampir separuh dari modal dagangnya dia, tapi tidak apa - apalah yang penting anaknya berhasil, pikir si ibu dalam hati.   Besok anaknya akan melamar pekerjaan si ibu sepanjang malam tidak henti - hentinya berdoa dan memohon petunjuk kepada Allah agar anaknya diterima bekerja. Setelah sholat Subuh si ibu mencuci kakinya dengan segayung air, tetapi air cucian kakinya ditampung dalam sebuah baskom, setelah itu airnya dimasak dan dengan air itu dibuatnya segelas teh manis.


Arman sudah rapih dan siap - siap untuk berangkat melamar kerja, si ibu datang dengan segelas teh hangat, "minum dulu teh ini Man agar perutmu hangat, dan mudah - mudahan kamu diterima kerja nanti." Tanpa banyak bicara Armanpun meminum habis teh hangat yang diberikan ibunya, setelah itu dia berpamitan.


Sore hari Arman datang membawa kabar gembira bagi sang ibu, dia lolos saat test pertama di perusaan asing tempat dia melamar kerja, si ibupun sangat bersuka cita, tak henti - hentinya dia panjatkan rasa syukurnya kehadirat Illahi Rabbi, dan 2 hari lagi anaknya harus datang untuk tes ke 2.


Hari yang ditungupun tiba, seperti biasa sebelum anaknya berangkat test malamnya si ibu sholat tahajud dan tak henti - hentinya berdoa buat si anak, setelah sholat subuh si ibu kembali mencuci kakinya dan air cucian kakinya ditampung disebuah baskom lalu dimasak dan dibuatlah segelas teh dan teh tersebut diberikan kepada Arman sebelum dia berangkat test, dan lagi - lagi Arman lolos test ke 2 , dua hari lagi harus datang kembali untuk test yang ke 3.   Sebelum  Arman pergi untuk test yang ketiga si ibupun melakukan rutinitasnya membasuh kakinya dan membuatkan teh anaknya, dan alhamdulillah Arman diterima menjadi manager di perusahaan asing tersebut, berita ini sungguh membahagiakan bagi si ibu.


  Disuatu kesempatan si ibu memanggil Arman dan diajaknya berbicara. "Arman bersyukurlah pada Allah yang telah membukakan pintu rezekimu nak, ada satu hal yang ibu ingin bicarakan kepadamu, ridho Allah adalah ridho ibu, begitu juga sebaliknya ridho ibu adalah ridho Allah, janganlah kau menyakiti hati ibumu ini lagi sebab Allah akan murka kepadamu, bertobatlah nak, walaupun aku selalu memaafkanmu tetapi kalau tidak pernah terucap kata maaf dari mulutmu Allah tidak akan membukakan pintu maaf bagimu nak, sesungguhnya air teh yang aku berikan setiap kamu akan pergi test itu adalah air basuhan kakiku, mungkin karena itulah Allah telah membukakan pintu rezekimu, ibu hanya berharap kamu menjadi anak yang sholeh selalu rendah hati, menyadari semua kesalahanmu dan selalu minta maaf atas semua perbuatan yang telah kamu perbuat terhadap orang lain." Mendengar semua perkataan ibunya Arman langsung bersimpuh dikaki ibunya, dia meminta maaf atas semua kesalahan yang pernah dia perbuat terhadap ibunya.  

8 komentar:

BlogS of Hariyanto mengatakan...

subhanallah..kasih ibu tiada batas walau kadang tiada berbalas...jadi ingat almarhumah mama-ku

Anonim mengatakan...

Do,a ibu ternyata sangat d dengar ya...oleh allah,..itu saya rasakan saat saya melamar kerja dulu,saya selalu utamakan minta do,a kepada org tua terutama ibu,
اَلْحَمْدُلِلّهِ hasilnya sy rasakan sampai sekarang...

Unknown mengatakan...

Ibu yang melahirkan kita, yang mengurus kita dari sejak kita didalam rahim sampai kita menjadi dewasa, bahjan setelah berumahtanggapun kadang kita masih merepotkan ibu, maka do'a beliau sangat didengar sama Allah, ridho ibu adalah ridho Allah.

Unknown mengatakan...

Mas Hariyanto yang sabar yach, semoga amal ibadah mamanya mas diterima oleh Allah SWT, saat ini yg bisa mas lakukan untuk membalas kasih sayang ibunya mas dengan cara mendoakannya.

Unknown mengatakan...

ingin rasanya segera pulang dan memeluk ibu.. :(

Unknown mengatakan...

Memang ibunya dimana? Kalau di kampung tenang aja sebentar lagikan mudik lebaran :-),

Terapi Qolbu mengatakan...

Titip salam untuk Arman ya mbak...:)

Unknown mengatakan...

Boleh....:-)